Wednesday, August 6, 2008

kampung sampireun

wisata alternatif nuansa pedesaan sunda




Kampung sampireun merupakan saru dari sekian resort yang menawarkan nuansa pedesaan sunda. Karena itu desain kompleks seluas 4 Ha yang didapuk menjadi ikon pariwisata kota Garut ini mencoba mengadaptasi garis kebudayaan pasundan. Lokasinya yang cukup jauh dari keramaian dimanfaatkan dalam desain yang alami dengan mengakomodasi lingkungan sekitarnya. Demi memperkuat kesan desa, sebuah situ ( danau ) seluas 20% dari luas lahan ( 1 Ha ) sengaja dibangun untuk mewujudkan konsep tersebut, dikelilingi lahan dengan topografi berkontur disebelah barat dan rata di daerah selatan. Ini menjadikan danau sebagai point of interest kawasan. Yang menarik selain sebagai pudat view dan entertainment, danau juga dipakai sebagai sirkulasi dari unit resort ke bagian lain kawasan. Disediakan satu perahu untuk setiap gubuk yang berada di tepi danau dan spot tambatan beserta perahunya untuk gubuk yang berada dibukit.

Sementara sirkulasi pencapaian didalam lokasi membentuk ring disekitas danau dengan konsep jungle mix, dimana vegetasi di sekeliling pedestrian didominasi hutan bambu, dan di tapak sebelah daratdan timurmerupakan kombinasi alami dipadu tanaman hias.komposisi masa bangunan kampung sampireun tersebar dengan danau sebagai orientasi massanya. Bangunan terdiri dari dua fungsi yaitu resort dan spa, yang dikonsep dengan pendekatan desain rumah pasundan. Tampang resort yang terdiri dari16 massa tersebut didominasi dengan anyaman bambu dan kayu sebagai material struktur utamanya. Lantainya menggunakan palupuh, juga langit- langitnya difinishing tikar pandan. Namun tuntutan fungsinya sebagai hotel menjadikan beberapa elemen interiornya memadukan material modern dan tadisional. Seperti pada kamar mandinya yang meski bernuansa pasundan dengan ciri atapnya yang sedikit terbuka dan tambahan detail penggunaan batu alam dibagian dinding dan lantai, namun ber sanitary modern.

Monday, August 4, 2008

struktur bambu
















Keberadaan bambu di Indonesia seperti buah simalakama. Rendahnya permintaan konsumen menyebabkan kalangan arsitek/industri tidak mengembangkannya. Akibat tidak ada pengembangan maka bambu jadi tidak menarik sehingga masyarakat tidak menyukainya. Akhirnya bambu sebagai material lokal posisinya semakin terpinggirkan. Hal ini tentu menyedihkan, mengingat persediaan bambu di Indonesia sangat melimpah, namun kita masih belum optimal dalam memanfaatkannya.Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban (baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Fakultas Kehutanan IPB mengungkapkan fakta bahwa kuat tekan bambu (yang berkualitas) sama dengan kayu, bahkan kuat tariknya lebih baik daripada kayu. Bahkan dengan kekuatan seperti ini, jenis bambu tertentu bisa menggantikan baja sebagai tulangan beton.Ringan dan Tahan Gempa.Eko Prawoto—salah satu arsitek yang mengembangkan konstruksi bambu—menyatakan bahwa kita tak perlu ragu untuk memakai material bambu sebagai struktur bangunan. Proyek bermaterial bambu yang baru selesai dikerjakan Eko Prawoto adalah bangunan Community Learning Center, sebuah pusat studi di Cilacap, Jawa Tengah. Struktur bangunan ini seluruhnya terbuat dari 3 jenis bambu, yakni bambu petung/betung, bambu legi, dan bambu tali/apus. Ketiga jenis ini digunakan untuk keperluan berbeda. Untuk kolom utama, misalnya, ia menggunakan jenis betung diameter 16 cm. Proyek bambu lain yang ia rancang adalah bangunan—juga berkonstruksi bambu—di Timor Leste.Pada konstruksi bambu rancangannya, Eko Prawoto menggunakan baut 12 mm dan ijuk untuk menyambung antarbambu. Sambungan dengan baut ini terlihat rapi dan bersih sehingga konstruksi bambu terlihat lebih bagus (Eko memang membiarkannya terekspos). Untuk memasang bautnya, bambu dibor terlebih dahulu, kemudian baut dimasukkan ke bambu dan diberi mur. Ia lalu memberi tip, “Pasang murnya jangan terlalu keras supaya bambu tidak pecah.” Berbeda dengan kayu, adanya rongga pada bambu membuatnya harus diperlakukan khusus agar tidak mudah pecah.Sambungan dengan baut menciptakan konstruksi yang tidak kaku sehingga tahan terhadap gempa (karena konstruksi akan bergerak mengikuti arah getar gempa). Ini masih ditambah lagi dengan bobotnya yang ringan sehingga berat keseluruhan struktur tidaklah besar. Ini merupakan kelebihan lain dari konstruksi bambu.Hal serupa juga dilakukan oleh Jatnika, seorang pengrajin bambu (produsen rumah bambu Jawa Barat). Dalam membangun rumah bambu, ia menerapkan sambungan yang tidak kaku, yakni memakai kombinasi paku/pasak bambu yang diikat ijuk. Dengan teknik pengikatan tertentu, ijuk sangat baik untuk mengikat sambungan struktur bambu. Eko Prawoto juga memakai ijuk pada beberapa bagian sambungan. Ia mengatakan, ikatan ijuk bagus dalam menahan beban ke samping. Selain ijuk, Jatnika juga menggunakan rotan sebagai pengikat sambungan. Namun, karena tidak sekuat ijuk, maka ikatan rotan hanya dipakai di interior.Permukaan Lantai Harus Ditinggikan. Karena ringan, konstruksi bambu cukup menggunakan pondasi setempat/umpak (tanpa sloof) dari batu bata atau beton. Untuk menghindari pelapukan, bagian bawah struktur bambu tidak boleh bersentuhan langsung dengan tanah. Oleh karena itu, bagian bawah struktur bambu perlu diberi landasan, seperti beton. Bila ingin menggunakan lantai dari bambu, maka permukaan lantainya harus ditinggikan (minimal 40—50 cm dari tanah) oleh sebab itu biasanya bangunan seperti ini berupa konstruksi panggung.(mya)Tabel Jenis Bambu untuk Bangunan
Sumber: Tabloid Rumah

Sunday, August 3, 2008

my sketch



















































































































































































ini adalah beberapa sketsa saya pada perancangan kampung situ gede

Wednesday, July 16, 2008

3d animation

Thursday, July 10, 2008

ayun ambing

tah ka sakumna urang sunda... mangga nyanggakeun

video

Tuesday, April 29, 2008

raja sunda

khususon buat sodaraku yang mau tahu raja raja sunda
Di bawah ini adalah urutan raja-raja Sunda sampai Sri Jayabupati yang berjumlah 20 orang :

1. Maharaja Tarusbawa (669 - 723 M)
2. Sanjaya Harisdarma, cucu-menantu no. 1,(723-732 M).
3. Tamperan Barmawijaya (732-739 M).
4. Rakeyan Banga (739-766 M).
5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766-783 M).
6. Prabu Gilingwesi, menantu no. 5,(783-795 M).
7. Pucukbumi Darmeswara, menantu no. 6, (795-819 M).
8. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus (819-891 M).
9. Prabu Darmaraksa (adik-ipar no. 8, 891 - 895 M).
10. Windusakti Prabu Dewageng (895 - 913 M).
11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913-916 M).
12. Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa, menantu no. 11, (916-942 M).
13. Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942-954 M).
14. Limbur Kancana,putera no. 11,(954-964 M).
15. Prabu Munding Ganawirya (964-973 M).
16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung (973 - 989 M).
17. Prabu Brajawisesa (989-1012 M).
18. Prabu Dewa Sanghyang (1012-1019M).
19. Prabu Sanghyang Ageng (1019 - 1030 M).
20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1030-1042 M)

Kecuali Tarusbawa (no. 1), Banga (no. 4) - Darmeswara (no. 7) yang hanya berkuasa di kawasan sebelat barat Citarum, raja-raja yang lainnya berkuasa di Sunda dan Galuh.

bobodoran

LEBARAN

- “Teu baleg pisan nya Ulama Islam Indonesia mah....Teu bisa akur !!... Pamarentahna teu boga wibawa deuih”

+ “Kunaon euy kukulutus teu pugah-puguh?”

- “Atuda keuheul dina kalender ge jentre lebaran teh tanggal 13, tapi can nanaon Muhammadiyah geus ngumumkeun lebarana poe Jumaah tanggal 12. Kuduna mah jiga di Arab Saudi, raja nu netepkeun idul fitri jeung idul adha teh..... rakyat jeung ulama mah nurut we mun geus jadi kaputusan pamarentah mah. Teu guminter jiga didieu...... ngabingungkeun umat!”

+ “Oh kitu!! ari ayeuna maneh puasa..........??”

- “Emhhh....... henteu euy..... loba halangan” tembalna bari balaham belehem

+ ????

Wednesday, November 28, 2007

Rumah Pohon


rumah pohon ini saya dedeikasikan untuk teman saya yang bernama mbah dab......
sebagai tempat bernaung dia di masa tua....
menikmati hari tuanya bersama nyonya tuneng.....

Thursday, October 4, 2007

sayembara rumah





ketika pertama memikirkan desain rumah ini, saya sama sekali tidak punya
gambaran.
setelah melalui beberapa proses akhirnya jadi juga sebuah karya.
bentuk kotak terlihat sangat menonjol dan menjadi image dari rumah ini.

kombinasi warna hitam, merah, abu- abu dan putih menjadikan rumah ini
lebih bergaya

semoga kreatifitas dan kearifan dalam mendesain akan terus berkembang.......

Tuesday, October 2, 2007

sifat jalma dumasar kana hitutna

Jalma jujur
Jalma nu daek ngaku mun geus hitut

Jalma teu Jujur
Jalma nu hitut tuluy nyalahkeun batur

Jalma belegug
Jalma nu nahan hitut mangjam-jam lilana

Jalma nu berwawasan
Jalma nu apal iraha kuduna hitut
Jalma nu Misterius
Jalma nu hitut tapi batur euweuh nu nyahoeun

Jalma nu sok gugup
Jalma nu ujug-ujug nahan hitut mun keur hitut

Jalma nu Percaya Diri
Jalma nu yakin yen hitutna seungit

Jalma nu Sadis
Jalma nu hitut bari dibekep ku leungeun tuluy dibekepkeun
ka irung batur

Jalma nu Isinan
Jalma nu hitutna teu disada tapi ngarasa isin sorangan

Jalma nu Strategic
Lamun hitut sok bari seuri ngagak-gak meh nutupan sora hitutna

Jalma nu Bodo
Lamun geus hitut tuluy narik napas keur ngagantian hitutna nu kaluar

Jalma nu Pedit
Lamun hitut dikaluarkeun saeutik-saeutik nepi ka disada
tit..tit..tit...

Jalma nu Sombong
Jalma nu sok ngambeuan hitutna sorangan

Jalma nu ramah
Jalma nu sok resep ngambeuan hitut batur

Jalma nu tara gaul
Mun hitut sok bari nyumput

Jalma nu Sakti
Mun hitut bari make tanaga dalem

Jalma nu pinter
Jalma nu bisa nyirian hitut batur

Jalma nu sial
Mun hitut kaluar jeung bukur-bukurna...

Monday, October 1, 2007

mutsunad ( museum tsunami aceh )






proyek museum ini di garap bareng bersama teman kampus dalam rangka mengikuti kompetisi desain yang diadakan BRR NAD. butuh waktu beberapa minggu untuk mematangkan konsep dan
meraciknya sampai ke tahap kami merasa puas.

benang merah desain diambil dari konsep rumoh aceh yang menonjolkan ornamentasi dan " secondary skin " atap gigan berhiaskan ornamen hasil rekonstruksi ornamen lokal terbuat dari kayu yang disusun membentuk sebuah pola dan sekaligus menjadi ventilasi ruang dalam

ram kami gunakan sebagai akses utama dalam bangunan. aksesibel untuk semua.

semoga aceh tetap jaya!!!!
crew: mbek (wonosobo) - joko (sukoharjo) - bola (klaten) - bang niz (tasikmalaya )
add player : Dab (blora)

Situ Gede Indah





satu lagi... TAsikmalaya ( " itu nama sebuah kota kecil di jawa barat "- bagi anda yang belum tahu. ) memiliki potensi alam yang luar biasa berupa danau. danau yang tercipta secara alami oleh kekuasaan tuhan ini telah berumur ratusan tahun dan menjadi ikon bagi masyarakat setempat.

danau ini terletak di desa mangkubumi sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota tasik malaya. sungguh luar biasa!!!!
keindahan alam berupa hamparan air yang luas berlatar belakang gunung galunggung, sangat memanjakan mata dan mengajak seluruh
organ tubuh kita beristirahat sejenak dari segala kepenatan.

tidak hanya itu kita dapat langsung menjelajahi setiap jengkal bagian danau dengan menggunakan " rakit " ( perahu ). air sejuk
yang tertiup angin butir demi butir menyapu lembut wajah kita ketika kita memulai perjalanan di dananu ini. sembari menikmati indahnya alam,
kita dapat memnjakan perut dengan berbagai hidangan khas sunda.

dibagian tengah danau terdapat sebuah Pulau kecil yang amat sangat keramat bagi masyarakat sekitar. persis di tengah2 pulau, terdapat sebuah
terdapat makam keramat. makam seorang tokoh zaman dulu yang sangat dihormati oleh masyarakt sekitar dan menjadi penguasa
daerah ini. makam EYANG PRABUDILAYA.

optimalisasi pengolahan kawasan dan informasi yang lengkap kepada dunia luar akan menjadikan Situ GEDE sebagai aset daerah yang
akan sangat berpengaruh terhadap masyarakat kota tasikmalaya.

Friday, September 28, 2007

kampungku.... kampung naga


Kampung Naga merupakan perkampungan tradisional dengan luas areal kurang lebih 4 ha.
Lokasi obyek wisata Kampung Naga terletak pada ruas jalan raya yang menghubungkan
Tasikmalaya - Bandung melalui Garut, yaitu kurang lebih pada kilometer ke 30 ke arah Barat kota Tasikmalaya.
Secara administratif Kampung Naga termasuk kampung Legok Dage Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.


Daya tarik obyek wisata Kampung Naga terletak pada kehidupan yang unik dari komunitas yang terletak di Kampung Naga tersebut.
Kehidupan mereka dapat berbaur dengan masyrakat modern, beragama Islam, tetapi masih kuat memlihara Adat Istiadat leluhurnya.
Seperti berbagai upacara adat, upacara hari-hari besr Islam misalnya Upacara bulan Mulud atau Alif dengan melaksanakan Pedaran (pembacaan Sejarah Nenek Moyang) Proses ini dimulai dengan mandi di Sungai Ciwulan dan Wisatawan boleh mengikuti acara tersebut dengan syarat harus patuh pada aturan disana.

Bentuk bangunan di Kampung Naga sama baik rumah, mesjid, patemon (balai pertemuan) dan lumbung padi. Atapnya terbuat dari daun rumbia, daun kelapa, atau injuk sebagi penutup bumbungan. Dinding rumah dan bangunan lainnya, terbuat dari anyaman bambu (bilik). Sementara itu pintu bangunan terbuat dari serat rotan dan semua bangunan menghadap Utara atau Selatan. Selain itu tumpukan batu yang tersusun rapi dengan tata letak dan bahan

alami merupakan ciri khas gara arsitektur dan ornamen Perkampungan Naga.

Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek wisata budaya di Tasikmlaya Wisatawan biasanya memiliki minat khusus yaitu ingin mengetahui dan membuktikan secara nyata keadaan tesebut. Pengembangan obyek wisata Kampung Naga termasuk dalam jangkuan pengembangan jangka pendek.

Wednesday, July 18, 2007

kota tasik dan pendidikan

Pendidikan di kota Tasikmalaya

Secara kuantitas, sarana pendidikan di Kota Tasikmalaya dapat dikatakan sudah memenuhi kebutuhan. Hal ini ditunjukan dengan jumlah sarana pendidikan yang banyak dan penyebarannya yang merata ( data dari BPS Kota Tasik 2005 ) . Namun demikian secara kualitas banyak sekolah yang tidak dapat memberikan pendidikan yang maksimal, karena keterbatasan biaya. Tetapi sebagian yang lain memiliki fasilitas yang lengkap dan kulaitas yang dapat diandalkan, tentu saja dengan memungut biaya yang tidak sedikit dari peserta didiknya.

Masyarakat dapat merasakan pendidikan pada tingkat Sekolah Dasar dengan merata. Dari 67.851 jiwa usia pendidikan SD, terdapat 72.043 jumlah siswa SD dan MI. Ini juga mengindikasikan bahwa terdapat warga masyarakat Kota lain yang menempuh pedidikan SD di koa Tasik ( kemungkinan besar dari Kab. Tasikmalaya )

Namun hal ini tidak terjadi pada jenjang pendidikan selanjutnya. Di tingkat SLTP, dari 33.135 jiwa usia pendidikan, hanya sekitar 28.201 jiwa yang menerima pendidikan. Dan di Tingkat SMU, dari 37.529 jiwa usia pendidikan, hanya sekitar 23.748 jiwa yang menerima pendidikan di SMU atau sederajat.[1]

Ketimpangan antara jumlah jiwa usia pendidikan dan jumlah siswa di sekolah – sekolah menunjukan bahwa angka putus sekolah tergolong tinggi terutama dari tingkat SD menuju SLTP , yaitu sebesar 60 %. Sedangkan pada tingkat SLTP menuju SMU, terdapat angka putus sekolah sebesar 16 %. Dengan cukup tingginya angka putus sekolah, maka diperlukan sebuah wadah selain sekolah formal yang tentu saja murah ( karena sebagian besar alasan putus sekolah adalah karena keterbatasan biaya )dan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat ( semua tingkat pendidikan ).

Minat baca masyarakat kota Tasik

Masyarakat kota Tasik memiliki minat baca yang cukup bervariasi. Survey dilapangan menunjukan bahwa sebagian besar warga memang memiliki minat baca yang besar. Tetapi karena keterbatasan biaya, kemampuan mereka membeli buku sebagai sumber bacaan menjadi terhambat.

Kota Tasik pun memiliki banyak toko buku dengan skala yang beragam dari mulai skala kecil sampai besar.Toko – toko buku yang ada senantiasa ramai dikunjungi, meskipun hanya sekedar membaca dan hanya sebagian saja yang pada akhirnya membeli buku. Ini berarti bahwa masyarakat kota Tasik mempunyai keinginan yang besar untuk mendapat ilmu pengetahuan , tetapi dengan harga yang murah karena keterbatasan biaya.

Pada akhirnya, secara tidak langsung masyarakat kota Tasik membutuhkan sebuah sarana sebagai penambah wawasan dan ilmu pengetahuan terutama bagi kalangan yang tidak dapat mengecap pendidikan secara formal. Menjawab fenomena tersebut muncullah perpustakaan publik yang dianggap mampu menjadi sarana pendidikan yang tidak resmi bagi masyarakat. Dalam hal ini fungsi perpustakaan lebih mengarah kepada proses pemenuhan kebutuhan akan ilmu pengetahuan dengan menyediakan berbagai macam media ilmu pengetahuan. Pengguna perpustakaan dituntut untuk mencari secara mandiri materi dan bhan yang mereka butuhkan.

Perpustakaan publik memberikan akses yang seluas – luasnya kepada semua pengguna tanpa ada pembedaan apapun, diharapkan semua pengguna perpustakaan dapat memanfaatkan semua pelayanan yang diberikan dengan sebaik –baiknya.

Keberadaan perpustakaan umum telah menjadi media yang tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dengan mudah, cepat, dan murah. Dengan demikian kelompok masyarakat yang tidak dapat memperoleh ilmu pengetahuan secara formal karena keterbatasan biaya, dapat memenuhi kebutuhannya disini.



[1] Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya, data Tahun 2005

Thursday, June 21, 2007

other proyek mimpi dan angan angan




interview

i met tadao di itali milan ,,, baheula keur ngora......
tah ieu tadao teh arsitek ti jepang
kieu yeuh kutipanaana :
what is the best moment of the day?
no particular moment.
morning maybe good because of the feeling of beginning.

what kind of music do you listen to at the moment?
mostly classic.

what books do you have on your bedside table?
I am interested in things happening around me, and I need to understand
what's going on in other artistic sectors like music and literature.
I read a lot, but nothing comes to mind at the moment.

do you read architecture and design magazines?
I don't read them. just look at it.

I assume you notice how women dress.
do you have any preferences?
I don't look so closely at women's fashion, but from the 20th century on,
people have had the freedom to express themselves and their individualities,
and fashion is one of the most fundamental ways in which they do this,
men and women are equally able to express themselves.

what kind of clothes do you avoid wearing?
nothing in particular.

do you have any pets?
a dog named 'le corbusier'.

where do you work on your designs and projects?
once I traveled a lot, to see the nature, the countryside and the cities,
with a sketchbook... a practice I continue today.
but plans actually I draw in my office.

who would you like to design something for?
I believe that the way people live can be directed a little by architecture.
I would like my architecture to inspire people to use their own resources,
to move into the future.
although now we are more and more governed by the american way
of thinking, money, the economy...
I hope that now people will shift to a more european way (of thinking),
culture, individuality, and that people move towards new goals.
so for me to be able to contribute to this would be great.

describe your style, like a good friend of yours would describe it.
walls are the most basic elements of architecture,
and in all my works, light is an important factor.
the primary reason is to create a place for the individual,
a zone for oneself within society.
its very difficult to explain or describe my style, I hope the answer will
come out of the interview.

what project has given you the most satisfaction?
as an architect you have to do your best work for any project,
but for me the most satisfying thing is when architecture can
do something to make people's lives better, to inspire them.

do you try to find meeting points between asian and european cultures?
I don't see them as opposites, the west and the east,
but for example western society seems to be centered on
american culture.
but I think it is important to understand that apart from that
main culture, there are so many other cultures,
and it is necessary to respect them all and their differences.

is there any architect from the past you admire?
of course I learned from history, from the renaissance,
from mies van der rohe, le corbusier, terragni... many architects.

what current architects do you appreciate?
like with the work of the past, as an architect you have to look around
and see what your contemporaries are creating,
for my contemporaries I have respect and interest.

did you always want to be an architect?
right from the beginning yes, but in my life I have done many things,
at one time I was a boxer...
I was never a good student.
I always preferred learning things on my own.
do you discuss or exchange ideas with other architects?
not much.tos ah sakieu heula,.......

project

tasik publik library ( ngimpi.... hehehe )
alat buat ngangkut gorong - gorong. buatan temen g, g cuma bantuin 3 d modelnye..........


cow power, cows, electricity, house, pg&E, pacific gas and electricity, methane digester, methane, power your house

nyooh...... kalo ngaca di kmer wae....oyyyy

with ummi...

titasik..... the most ancient shipp (duka teuing ketang bisi salah ).... from galunggung

cooming soon.. rumahku surgaku ( look the S sign )

Sunday, June 17, 2007

Comro alias Oncom Dijero


Sami sareng sakadang cireng, si comro teh asli kawit sunda. Tingali wee namina, meni resep akronim urang sunda teh. Ngarah gampil diemut meureun. Ieu katuangan didamel tina sampeu teh mani raos pami dileueut panas. Seuhah seuhah ......

Dina milist wsab, Bunda Inong ngabagi deui resepna kanggo wsab kumargi aya spesial rikues ti Roro anu kapanasan ku Lia, Irma, tur Teh Inta.



Bahan
1 kilo parud sampeu
1/2 hulu kelapa, parud
1 sdt uyah
penyedap saeutik

Eusi
4 sihung bawang beureum, siksik ipis
2 sihung bawang bodas, rendos
1 mangkok leutik tempe bungkil/oncom potong lalembut
cabe rawit sakahoyong
3 bawang daun, siksik ipis
3 daun saledri, siksik

Bungbu
Uyah, pedes, kecap amis, gula beureum saperluna, penyedap sakedik we... sakedik nya...

Ngadamelna
Galok parud sampeu, parud kalapa, uyah, jeung penyedap.
Gongsreng bawang beureum jeung bawang bodas, abrukeun oncom, uyah, pedes, kecap amis, penyedap, cabai rawit, bawang daun jeung saledri.
Sendok adonan kinten2 saageung bal pingpong, ratakeun dina dampal tangan, eusi ku oncom. Buleud2 adonan dugika nutup, gepengkeun. Goreng dugika warnana kolot.



Tambihan ti Lia: saledri tiasa digentos ku surawung.
Catetan ti Roro: hoyong comro. Keur mah teu aya oncom, si tempe na oge nuju langki di toko, pikasebeleun...

Friday, June 15, 2007

opus Project, Dubai, Zaha Hadid Architects


The Opus will appear to hover from the ground. Constructed of three separate towers the building will appear as a singlular unified whole, with a distinctive void. The interiors of which will be clad with a fully engineered curved class curtain wall to allow for eye-catching views into the void. Reflexive fritting patterns in the form of pixilated striations will be applied onto the glass facade to provide a degree of reflectivity and materiality to the cube while assisting in the reduction of solar grains inside the building.
"This is a building that challenges traditional concepts of office space,” said Hadid. “Not only will it be visually stunning, it will also be a workable space, and a place that allows every occupant to experience a better quality working environment, using the very latest technological advances."


"The Opus project combines art and performance with form and functionality, the strategic location, stunning exterior and the extensive range of facilities make the Opus project a strategic buy for potential investors who can expect considerable returns on their investment" said Mehdi Amjad, president and CEO of Omniyat